Aku pernah sgt mencintai laki2 berdarah batak. Awalnya aku tidak terlalu mencintai pria ini, sebab wajahnya yg bgitu terkesan kasar.nmun aku mncoba untuk berusaha mencintainya, mungkin dulu aku pernah khilaf untuk menyikapi arti sebuah hubungan,hingga akhirnya aku larut dalam kesennagan bersama pria ini. Hari demi hari aku habiskan waktuku bersamanya.

Awalnya memang sungguh manis perlakuan pria ini terhadapku, aku bagaikan puteri raja yg dimanja. Namun sifat asli pria ini mulai terlihat , ternyata dia pria yg memang kasar, dari mulai cara bicara kepadaku,sikap nya yg suka main tangan serta kebiasaanya yg suka mabuk2an,  tAk jarang aku menangis setiap adu mulut dengan nya. Aku mulai jenuh dengan hububungan yg tdk sehat ini. Aku memutuskan untuk menyudahi semuanya. Dan aku mencoba mengalihkan kesendirian ini dengan berhubgn dgn laki2 lain, tapi bukan pacaran. Namun Mantan pacarku mengira aku mnyudahi karena selingkuh, aku habis2an dimaki2,ditampar,.dsb. namun dia melakukan itu sambil menangis. Akupun jadi merasa bersalah atas tindakn ku. Aku justru minta maaf. Seolah2 aku yg salah.

Semenjak kejadian itu kami jaga jarak, namun beberapa bulan kemudian kami mulai intens bertemu kembali lagi ,kurasa dia masih mencintaiku,aku yakin. dia menunjukan perubahan luar biasa ,dr mulai sikap,cara bicara,dan sikap yg sangat romantis. Pria ini membuat aku jatuh cintaa lagi, aku berusaha untuk memupuk rasa cinta ini lagi. Namun sepertinya dia seakan hanya mempermainkan diriku. Aku seakan hanya dimanfaatkan olehnya.apalagi yang saat itu aku sudah mulai bekerja di perusahaan bonafit dya terus menerus meminjam uang kepadaku.yaa mmg aku sdh dimanfaatkn.

Sudah hampir 6bulan saat itu dia menggantungkan perasaan ku. Smpai pada akhirnya aku meminta di nikahi oleh pria ini.Namun ia menolaku dengan kata2 yg lugas.”tidakk…gw gak akan jilat air ludah gw sendiri ” . Malam itu rasanya hatiku hancur airmata ku mengucur deras, mengingat omongannya. Aku sedih bukan main. Hingga aku memutuskan untuk berhijab dan membersihkan hal buruk didiiriku. Aku tak mungkin terpuruk seperti. Aku harus bangkit. Aku akan buktikan kepadanya aku bisa menjadi perempuan yg bermartabat. Bukan perempuan yg bisa seenaknya direndahkan laki2. Aku hanya berdoa kpd Allah semoga dia diberikan hidayaha saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s